broken of memory

broken of memory

Senin, 14 Oktober 2013

Maraknya Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Tidak Baku Dikalangan Remaja

Di Indonesia, perkembangan bahasa terjadi dengan cukup cepat. Mengingat Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah serta bahasa persatuan yang kesemuanya mengalami berbagai dinamika dan strateginya masing-masing dalam menghadapi terjangan bahasa asing maupun bentuk perkembangan bahasa lainnya. Masyarakat bahasa, terutama yang berada di masyarakat perkotaan akan semakin mudah menerima berbagai unsur yang masuk dalam mempengaruhi perkembangan bahasa. Pada masyarakat bahasa, terdapat sikap bahasa yang dimiliki oleh masyarakat bahasa dalam menyikapi kebahasaan mereka.
Menurut Anderson, sikap bahasa adalah tata keyakinan atau kognisi yang relatif berjangka panjang, sebagian mengenal bahasa, mengenai objek bahasa, yang memberikan kecendrungan kepada seseorang untuk bereaksi dengan cara tertentu yang disenanginya.Sikap bahasa itu bisa positif jika dinilai disukai atau bisa negatif jika tidak disukai. Sikap bahasa inilah yang digunakan masyarakat dalam menyikapi berbagai fenomena kebahasaan yang dewasa ini begitu banyak terjadi di masyarakat Indonesia.
Fenomena kebahasaan yang kini begitu booming terjadi adalah maraknya penggunaan kata-kata gaul oleh remaja Indonesia, khususnya remaja perkotaan di kehidupan sehari-harinya. Adapun penggunaan bahasa gaul yang saat ini marak digunakan oleh remaja, baik yang masih duduk di bangku sekolah atau bahkan yang tidak mengenyam pendidikan adalah bahasa-bahasa gaul yang sejatinya diperkenalkan oleh media massa elektronik seperti iklan di televisi, sinetron khusus remaja, atau bahkan bahasa yang digunakan oleh selebriti diinfotainment. Kata-kata yang merujuk pada bahasa gaul yang booming kini seperti ciyus ‘serius’, miapah ‘demi apa’, enelan ‘beneran’ dan masih banyak lagi. Sepintas, kata-kata seperti itu terkesan lumrah terdengar sehari-hari. Penggunaannya marak digunakan oleh berbagai kalangan khususnya para remaja. Banyak yang menganggap jika penggunaan kata-kata terebut dianggap wajar dan lucu atau bahkan mencirikan identitas dari sekelompok masyarakat bahasa tertentu.
Penggunaan kata-kata tersebut pada masa kini tak lagi diucapkan pada kelompok tutur sebaya, namun terkadang remaja saat ini dengan tidak sadar ataupun tidak sengaja melakukan tindak tutur dengan menggunakan bahasa tersebut kepada orang yang lebih tua. Unsur-unsur atau pihak-pihak yang terlibat dalam tindak tutur itu sama sekali tidak dihiraukan dalam tindak bahasanya. Hal ini amat mengkhawatirkan. Hanya dari kesalahan penggunaan bahasa, bisa jadi menimbulkan banyak kesalahan persepsi yang menyebabkan berbagai gesekan yang timbul dalam masyarakat. Hal inilah yang menimbulkan masyarakat bahasa cenderung bersikap negatif atas penggunaan kata-kata gaul tersebut. Tidak hanya itu, penggunaan kata-kata tersebut cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat Indonesia. Mengingat pengaplikasian bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan belum terkondisikan dengan cukup baik. Penggunaan bahasa Indonesia masih harus diperhatikan lebih lanjut karena posisinya yang juga bersaing dengan penggunaan bahasa daerah maupun bahasa asing yang masuk di wilayah Indonesia.
Kata-kata gaul tersebut dianggap mampu mengganggu stabilitas penggunaan bahasa Indonesia oleh para remaja. Remaja yang merupakan agen pembawa keberlangsungan bahasa Indonesia harus berjuang lebih keras dalam upaya mempertahankan bahasa persatuannya dari berbagai pengaruh yang cenderung negatif tersebut. Oleh karena itu, remaja Indonesia diharapkan mampu memberikan usaha terbaiknya dalam mempertahankan keberlangsungan bahasa Indonesia yang baik tanpa menghilangkan identitas kebahasaan sehingga remaja Indonesia tidak mudah terpapar oleh pengaruh-pengaruh negatif dalam hal kebahasaan tersebut.
menurut saya bahasa adalah salah satu cara paling idealis dalam suatu komunikasi, di dalam dunia ini terdapat 6 benua dan 193 negara, setiap negara memiliki ciri khas bahasa yang berbeda, dan bahasa inggris menjadi satu-satunya bahasa yang mendunia, maraknya bahasa yang tidak baku dikalangan remaja karena tidak pedulinya suatu negara dengan ciri khas bahasanya. semakin hari, semakin banyak bahasa baru yang di buat oleh remaja, munculnya bahasa bahasa baru di kalangan remaja bukan pada saat saat ini, tapi sudah terjadi sejak lama, jadi biarkanlah berkomunikasi dengan bahasa yang mereka ingin kan, toh sama saja, mungkin bagi yang tidak mengerti juga akan tahu dari bahasa tubuh, bahasa sehari hari kita hanya alat pembantu komunikasi, yang sebenarnya menjadi bahasa komunikasi, adalah bahasa tubuh, jadi jangan terlalu di permasalahkan.

sumber :http://kindisch12.wordpress.com/2013/02/05/bahasa-gaul-dan-pengaruhnya-pada-keberlangsungan-bahasa-indonesia/

Rabu, 02 Oktober 2013

'Jika Jokowi nyapres, angka golput akan berkurang'

Dalam setiap Pemilu, fenomena golongan putih (golput) atau tidak menggunakan hak suaranya selalu terjadi. Alasan mereka rata-rata tidak percaya atau kurang mengenal dengan figur capres yang ada.

Saat ini, figur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) digadang-gadang untuk maju sebagai capres. Dengan tingkat popularitas dan elektabilitas Jokowi, diharapkan angka golput akan berkurang.

"Dengan fenomena saat ini, kalau Kokowi jadi capres, angka golput akan menurun dan berkurang," ujar Direktur Program Institut Demokrasi, Andi Gani di restoran Double Bay, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).

Andi menilai, bahkan banyak pejabat yang mengikuti cara Jokowi dari pakaian hingga perilaku. "Sekarang pakai kemeja putih, para menteri pake kemeja putih. Jokowi jongkok, mereka ke pasar ikut jokowi," katanya.

Sementara itu menurut Direktur Imparsial Al Araf, golput dalam konteks keyakinan politik, sangat tergantung dari figur calon yang ada. Naiknya Jokowi, bisa memberikan harapan masyarakat akan figur yang mereka kenal.

"Figur yang merakyat, wong ndeso, istilahnya rakyat itu Jokowi. Jadi kalau Kokowi dimajukan sebagai Pileg, saya rasa berimplikasi dua hal, angka golput tidak terlalu tinggi, dan kedua akan menjadi snowball effect bagi PDIP," katanya.

Analisa menarik disampaikan peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Ikrar Nusa Bhakti. Ikrar mengatakan angka Gokput akan rendah jika gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.

“Kalau Jokowi ‘nyapres’, dipastikan angka golput akan rendah,” katanya saat menjadi pemateri dalam dialog politik bertema Pemilu 2014 dan Konsolidasi Demokrasi Indonesia yang digelar LIPI di aula serbaguna Pemprov Bengkulu, Jumat (27/9/2013).

Ikrar mengatakan kecenderungan perilaku politik masyarakat Indonesia pada 2014 adalah memilih calon pemimpin baru yang mampu membawa perubahan.

Tingginya golput di beberapa daerah menurutnya akibat asumsi masyarakat bahwa calon pemimpin yang akan dipilih tidak akan memberikan perubahan signifikan bagi kehidupan mereka.

“Tapi dengan munculnya figur baru seperti Jokowi menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia dan golput akan menurun,” tambahnya.

Data KPU bahwa pada 1999, partisipasi pemilih mencapai 93,33 persen, pada Pemilu 2004 turun menjadi 84,9 persen dan pada Pemilu 2009 turun lagi menjadi 70,99 persen.

Pada Pemilu 2014, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi partisipasi pemilih hanya 60 persen. Peneliti LIPI Syamsudin Haris yang juga menjadi pemateri dalam dialog itu mengatakan, persoalan data pemilih juga menjadi masalah dalam penyimpulan angka golput. (red)

KUMPULAN BERITA..!!!
www.merdeka.com
www.tubasmedia.com

OPINI..!!!
Wajar bila bapak JOKOWI dipilih untuk menjadi calon presiden, wajar juga kalau ditinggikan namanya karena telah membuat kota solo menjadi kota maju, dan menjadi gubernur DKI Jakarta. 
Bapak Jokowi masih menjabat sebagai wali kota solo sampai 2015, dan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 15 oktober 2012, saat ini Bapak Jokowi memegang dua peran penting, apa jika di tambah untuk menjadi presiden akan bisa bekerja maksimal.
menurut saya, kita boleh mencari yang terbaik untuk pemimpin kita, tapi jangan jadikan andalan pada 1 orang tersebut, bagaimana nasib anak dan cucu kita kalau kita hanya mengandalkan 1 orang dan tidak membiarkan yang lain mendapat kesempatan. biarkan Bapak Jokowi untuk fokus pada jakarta, karna jakarta Ibu Kota Indonesia, jika jakarta hancur karna pemimpinnya tidak fokus, apa lagi yang bisa menjadi lambang indonesia. 
Pesan saya untuk bapak Jokowi, mohon maaf jika ada salah kata dari saya, saya hanya ingin menyapaikan, bukan untuk mengkritik, kinerja bapak sudah sangat bagus.