broken of memory

broken of memory

Sabtu, 06 April 2013

teori organisasi umum hlm 12 kelompok 6


TEORI SISA TUNAI
                Beberapa tahun sebelum Irving Fisher mengembangkan teori kuantitas, seorang ahli ekonomi inggris, yaitu Alfred Marshall dari Cambridge, mengembangkan teori sisa tunai. Teori ini juga menerangkan sifat hubungan di antara penawaran uang dan tingkat harga. Teori ini juga berpendapat bahwa perubahan dalam penawaran uang akan menimbulkan perubahan harga-harga yang sama tingkatnya. Teori sisa tunai diterangkan dengan menggunakan persamaan berikut :

                M = kPT

Dimana M, P, dan T mempunyai arti yang sama dengan M, P, dan T dama persamaan MV =PT.

KRITIK-KRITIK KE ATAS TEORI KUANTITAS UANG
                Ahli-ahli ekonomi modern yang menyokong teori kuantitas uang dikenal sebagai golongan Moneritas. Kritik-kritik utama yang dikemukakan  diterangkan dibawah ini :

1.       Pemisahan bahwa T adalah tetap kurang tepat  Asumsi ini erat. Hubungannya dengan keyakinan bahwa perekonomian selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh. Oleh karena ahli-ahli ekonomi Klasik berpendapat kesempatan kerja penuh selalu tercapai maka seterusnya mereka berpendapat bahwa jumlah barang-barang dalam perekonomian tak dapat ditambah, maka T tetap.

2.       Laju peredaran uang tidak selalu tetap dalam jangka pendek dan jangka panjang  Disamping faktor-faktor yang disebutkan oleh ahli-ahli ekonomi klasik, banyak lagi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelajuan peredaran uang. Pengangguran yang tinggi mengurangi pengeluaran masyarakat, dan ini mengurangi laju peredaran uang. Inflasi menyebabkan orang lebih suka berbelanja sekarang dari di masa akan datang, maka peredaran uang bertambah cepat. Dalam jangka panjang, kemajuan dan perkembangan institusi keuangan mengurangi sisa tunai dan ini mempercepat laju peredaran uang.

3.       Perhubungan di antara penawaran uang dan harga adalah lebih rumit dari yang diterangkan oleh teori kuantitas  Apabila ekonomi menghadapi masalah pengangguran, persamaan MV = PT tidak dapat digunakan untuk menerangkan bagaimana perubahan penawaran uang akan mempengaruhi harga dan jumlah produksi barang dan jasa.

4.       Teori kuantitas hanya memperhatikan fungsi uang sebagai alat untuk melicinkan kegiatan tukar-menukar dan transaksi dengan menggunakan uang. Dalam persamaan MV = PT, masyarakat dianggap meminta uang untuk tujuan membiayai transaksi saja Berdasarkan persamaan MV = PT, harga-harga akan tetap stabil apabila kenaikan T sebanyak 5 persen diikuti oleh pertambahan M sebanyak 5 persen juga. Ini menunjukan persamaan MV = PT menganggap bahwa uang hanya digunakan untuk tujuan transaksi jual beli barang. Dalam teori Keynes uang digunakan juga untuk tujuan berjaga-jaga dan spekulasi.

5.       Teori kuantitas mengabaikan efek perubahan penawaran uang ke atas suku bunga  Dalam teori kuantitas tidak diperhatikan efek perubahan dari penawaran uang ke atas suku bunga. Ini disebabkan karena dalam teori Klasik, suku bunga ditentukan oleh penawaran tabungan dan permintaan tabungan untuk investasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar