TEORI SISA
TUNAI
Beberapa tahun
sebelum Irving Fisher mengembangkan teori kuantitas, seorang ahli ekonomi
inggris, yaitu Alfred Marshall dari Cambridge, mengembangkan teori sisa tunai. Teori ini juga
menerangkan sifat hubungan di antara penawaran uang dan tingkat harga. Teori
ini juga berpendapat bahwa perubahan dalam penawaran uang akan menimbulkan
perubahan harga-harga yang sama tingkatnya. Teori sisa tunai diterangkan dengan
menggunakan persamaan berikut :
M = kPT
Dimana M, P, dan T mempunyai arti yang sama dengan M, P, dan T dama
persamaan MV =PT.
KRITIK-KRITIK
KE ATAS TEORI KUANTITAS UANG
Ahli-ahli ekonomi
modern yang menyokong teori kuantitas uang dikenal sebagai golongan Moneritas. Kritik-kritik utama yang dikemukakan diterangkan dibawah ini :
1.
Pemisahan bahwa T adalah tetap kurang
tepat Asumsi ini erat. Hubungannya dengan keyakinan bahwa perekonomian
selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh. Oleh karena ahli-ahli ekonomi
Klasik berpendapat kesempatan kerja penuh selalu tercapai maka seterusnya mereka
berpendapat bahwa jumlah barang-barang dalam perekonomian tak dapat ditambah,
maka T tetap.
2.
Laju peredaran uang tidak selalu tetap
dalam jangka pendek dan jangka panjang Disamping faktor-faktor yang disebutkan
oleh ahli-ahli ekonomi klasik, banyak lagi faktor-faktor lain yang mempengaruhi
kelajuan peredaran uang. Pengangguran yang tinggi mengurangi pengeluaran
masyarakat, dan ini mengurangi laju peredaran uang. Inflasi menyebabkan orang
lebih suka berbelanja sekarang dari di masa akan datang, maka peredaran uang
bertambah cepat. Dalam jangka panjang, kemajuan dan perkembangan institusi
keuangan mengurangi sisa tunai dan ini mempercepat laju peredaran uang.
3.
Perhubungan di antara penawaran uang dan
harga adalah lebih rumit dari yang diterangkan oleh teori kuantitas Apabila ekonomi menghadapi masalah pengangguran, persamaan MV = PT
tidak dapat digunakan untuk menerangkan bagaimana perubahan penawaran uang akan
mempengaruhi harga dan jumlah produksi barang dan jasa.
4.
Teori kuantitas hanya memperhatikan fungsi
uang sebagai alat untuk melicinkan kegiatan tukar-menukar dan transaksi dengan
menggunakan uang. Dalam
persamaan MV = PT, masyarakat dianggap meminta uang untuk tujuan membiayai transaksi saja Berdasarkan persamaan MV = PT,
harga-harga akan tetap stabil apabila kenaikan T sebanyak 5 persen diikuti oleh
pertambahan M sebanyak 5 persen juga. Ini menunjukan persamaan MV = PT
menganggap bahwa uang hanya digunakan untuk tujuan transaksi jual beli barang.
Dalam teori Keynes uang digunakan juga untuk tujuan berjaga-jaga dan spekulasi.
5.
Teori kuantitas mengabaikan efek perubahan
penawaran uang ke atas suku bunga Dalam teori kuantitas tidak diperhatikan
efek perubahan dari penawaran uang ke atas suku bunga. Ini disebabkan karena
dalam teori Klasik, suku bunga ditentukan oleh penawaran tabungan dan
permintaan tabungan untuk investasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar